Jumaat, 3 Mei 2013

Ini puisi yang sederhana, tidak menggunakan majas, dan mudah dimengerti semoga para pembaca bisa merasakan konflik yang terjadi pada puisi dibawah ini.Terimakasih


IBU
Sekarang kuingin kau disini
menemaniku disetiap isak tangisanku
Kuingin kau mengusap setiap tetes air mataku
                                
                               Kuharap kau datang kemari ibu
                               Kuingin bercerita denganmu
                                 Bercerita mengenai kehidupan yang sesungguhnya
Mengenai kehidupan yang abadi
Abadi tanpa tetesa air mata
Tanpa kemarahan, dendam dan benci

                        Andai kau tahu perasaanku saat ini
                        Hatiku dipenuhi rasa marah, iri atas kehidupan ini
                        Kehidupanku selalu menguji kesabaranku

Namun kutau 
Ibu dan Tuhan sayang kepadaku
dan aku yakin Tuhan akan memberikan kebahagiaan

                                                 Kepadaku
                                                 Bersama ibu disisi Tuhan